Pembukaan Diklat Calon Kepala Sekolah Jenjang SD Tahun 2017

DEMAK – Bertempat di Aula Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Demak Bupati HM. Natsir membuka secara resmi Diklat Calon Kepala Sekolah Jenjang SD Tahun 2017, Senin (25/9). Acara dihadir pula oleh Wakil Bupati Demak Drs. Joko Sutanto, Sekretaris Daerah dr. Singgih Setyono, M.Kes., Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Tengah Drs. Harmanto, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Anjar Gunadi, M.Pd., Kepala BKPP Hadi Waluyo, SH. M.Pd.

Kepala sekolah adalah figur sentral dalam peningkatan kualitas pendidikan. Keberhasilan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga yang dipimpinnya tidak lepas dari kompetensi dan kemampuan memainkan tugas, peran dan fungsinya sebagai kepala sekolah.

Bupati menegaskan bahwa diklat merupakan upaya pembinaan bagi Calon Kepala Jenjang Sekolah Dasar se-Kabupaten Demak yang nantinya akan menggantikan kepala sekolah yang masa periodenya telah berakhir. “Jika nantinya terjadi pergantian kepala sekolah, saudara harus tetap bekerja maksimal dan optimal. Jadilah pemimpin yang amanah.  Pahami peran masing-masing dan tetap miliki rasa tanggung jawab besar di sekolah. Bila sudah dilantik dan menjabat, saudara harus bisa melanjutkan program dan tugas kepala sekolah sebelumnya. Itulah yang disebut dengan kerja cerdas. Saya harapkan saudara sekalian dapat melakukannya dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab,” kata Bupati.

“Jadilah Kepala Sekolah yang berkualitas, handal, bermutu dan profesional di Kabupaten Demak. Hindari aksi lempar tanggung jawab pasca adanya pergantian kepala sekolah. Berikan perubahan dan pembaharuan dalam rangka peningkatan kinerja dan mutu pendidikan di Kabupaten Demak. Bawalah pendidikan di Kota Wali ke arah yang lebih baik, kondusif, serta berdaya saing dengan kabupaten/kota lain,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak Sapon, S.Pd. M.Pd. menyampaikan bahwa penyelenggaran diklat tersebut merupakan kerjasama atau pola kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Demak dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Tengah. Penyelenggaraan diklat telah melewati suatu proses yang panjang, dimulai dengan diselenggarakannya Seleksi Administrasi Tingkat Kecamatan selama 10 hari pada tanggal 22 s/d 31 Agustus 2017, Seleksi Administrasi Tingkat Kabupaten selama 5 hari pada tanggal 4 s/d 8 September 2017, Seleksi Akademik meliputi Tes Kemampuan Umum, Tes Kepribadian dan Tes Kemampuan Profesional oleh Tim Assesor LPMP Provinsi Jawa Tengah yang diikuti oleh 128 peserta. Seleksi dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 12 s/d 13 September 2017 bertempat di Aula SMA Negeri 2 Demak.

“Proses yang panjang dan bertahap ini dimaksudkan agar dalam penyiapan calon kepala sekolah dapat menghasilkan calon kepala sekolah yang berkualitas, profesional dan berintegritas sehingga diperoleh 40 peserta yang lulus seleksi dan berhak mengikuti diklat pada hari ini,” katanya. (media center)

Bupati Tinjau Pembangunan Peternakan Jatisono Gajah

DEMAK – Peternakan di Kabupaten Demak selama ini hanya fokus pada hewan ternak besar, seperti sapi atau kerbau saja. Masyarakat selama ini kurang berminat ternak ruminansia kecil seperti kambing atau domba. Padahal ternak kambing atau domba memiliki potensi yang sangat besar. Pada bulan Juni 2017 saja jumlah populasi ternak kambing mencapai 48.762 ekor dan domba 77.602 ekor.

Pengembangan budidaya peternakan ruminansia kecil seperti kambing ataupun domba adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat. Namun pemeliharaan ternak kambing oleh petani selama ini masih berpola ekstensif tradisional yang diwariskan dengan sistem dibiarkan lepas berkeliaran, diikat, dan berpindah-pindah guna mendapatkan pakan di lahan yang bebas. Hal itu mengakibatkan sulitnya mengontrol adanya penyakit, pengaturan pengembangbiakan dan perawatan ternak. Oleh sebab itu perlu dilakukan perbaikan dari sistem ekstensif ke semi intensif yaitu perawatan kesehatan, sistem perkandangan, pengaturan pakan yang lebih baik, dan pengaturan perkawinan secara tepat.

Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membuka Sekolah Lapang Kambing atau Domba bekerjasama dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Peternakan Provinsi Jawa Tengah. Demak merupakan salah satu daerah yang terpilih dari tiga daerah yang ada di Jawa Tengah sebagai tempat diselenggarakannya Sekolah Lapang Kambing/Domba.

Hal tersebut disampaikan Bupati Demak HM. Natsir saat melakukan Kunjungan Kerja Meninjau Pembangunan Peternakan di Desa Jatisono Kecamatan Gajah, Senin (25/9).

“Dengan adanya sekolah lapang ini para peternak dapat melakukan pemeliharaan kambing ataupun domba dengan lebih baik lagi. Dalam pemeliharaan kambing/domba yang perlu diperhatikan adalah pemilihan bibit, perkandangan, pakan dan kontrol terhadap penyakit. Namun kendala utama pemeliharaan kambing/domba adalah pada makanan. Makanan diperlukan untuk pertumbuhan dan penggemukan, pembiakan, kesehatan yang baik dan menentukan untung ruginya pemeliharaan ternak. Dengan adanya sekolah lapang, maka peternak akan dikenalkan pada jenis-jenis hijauan pakan ternak yang berkualitas dan sistem penanamannya,” kata Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir. Wibowo mengatakan bahwa penduduk Desa Jatisono sebagian besar adalah peternak domba menjadi alasan penting kenapa sekolah lapang diadakan di desa tersebut. “Satu peternak rata-rata memiliki 50 ekor domba,” tuturnya.

Bupati juga menyerahkan 12 ekor domba, bantuan berupa timbangan ternak, aplikator alat pemasang anting untuk identifikasi ternak dan pita ukur badan ternak atau weght band kepada Kelompok Tani Murni Jaya Desa Jatisono Kecamatan Gajah.

Ketua Kelompok Ternak Murni Jaya mengaku senang menerima bantuan tersebut. “Ini menjadi penyemangat bagi kami para peternak domba Desa Jatisono supaya lebih giat lagi dalam mengembangkan ternak kami,” katanya. (media center)

Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pilkades Tahun 2017

DEMAK – Terdapat banyak kekosongan jabatan Kepala Desa di Kabupaten Demak yang harus segera diisi. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Demak menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pilkades Tahun 2017 di Pendopo Kabupaten Demak, Jumat (22/9). Acara dibuka oleh Bupati Demak HM. Natsir. Turut hadir dalam acara tersebut Forkopimda Kabupaten Demak, Kepala OPD, Forkopimcam, Pj. Kepala Desa, Panitia dan Pengawas Pilkades, dan para Calon Kepala Desa.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mensukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Gelombang 2 yang akan digelar serentak pada hari Minggu tanggal 1 Oktober 2017 di 54 desa se-Kabupaten Demak. Ada 145 calon kepala desa yang akan bersaing di Pilkades nanti.

“Dengan adanya rakor ini kita bisa lebih memantapkan koordinasi antara lembaga pemerintah daerah dan unsur pengamanan dalam meminimalisir timbulnya permasalahan dan potensi konflik menjelang pelaksanaan Pilkades nanti. Saya berharap pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Gelombang 2 ini dapat berjalan sukses seperti halnya Pilkades gelombang pertama,” kata Bupati.

Dalam rangka pemenuhan terhadap prinsip demokrasi, maka pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa dilaksanakan dengan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Bupati berharap agar pilkades serentak gelombang kedua dapat berlangsung secara demokratis dan menghasilkan pimpinan pemerintahan desa yang amanah.

Salah satu indikator keberhasilan suatu pelaksanaan pemilihan adalah tingginya tingkat partisipasi masyarakat. Dengan demikian maka legitimasi kepala desa akan semakin baik. Untuk itu diharapkan peranserta dan kerjasama yang baik dan sinergis dari semua pemangku kepentingan guna menyikapi permasalahan yang akan dihadapi dan mencari solusi terbaik untuk menjawab tantangan tersebut. Termasuk turut menjaga ketenangan dan kedamaian daerah.

“Dalam pilkades nanti pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Maka “Sing Menang Ojo Umuk Sing Kalah Ojo Ngamuk” yang menang tidak usah jumawa sedangkan yang kalah terimalah dengan ikhlas dan lapang dada,” pesan Bupati. (media center)