Polres Demak, Kodim 0716, dan Satpol PP Demak Gelar Operasi Yustisi Rokok

Polres Demak, Kodim, dan Satpol PP menggelar operasi yustisi penertiban rokok ilegal di wilayah hukum Polres Demak, Senin (8/4/2019).

Operasi yustisi dilaksanakan di dua kecamatan Kabupaten Demak dengan sasaran toko dan warung yang menjual rokok bercukai ilegal.

Kasat Sabhara Polres Demak AKP Nur Mahmud melalui Kanit Turjawali Satsabhara Ipda Sutrisno mengatakan operasi yustisi merupakan upaya deteksi dini kepada para penjual rokok yang menjual rokok bercukai ilegal.

“Pelaksanaan operasi dilakukan dengan Humanis dengan senyum, salam, sapa dan santun dalam memberikan imbauan dan pembinaan,”ucapnya.

Dikatakannya, dari hasil pelaksanaan operasi rokok ilegal kali ini, tidak ditemukan adanya rokok yang bercukai ilegal. (Lagi)

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/04/08/polres-demak-kodim-0716-dan-satpol-pp-gelar-operasi-yustisi-rokok-ilegal

Bupati Tinjau Pembangunan Peternakan Jatisono Gajah

DEMAK – Peternakan di Kabupaten Demak selama ini hanya fokus pada hewan ternak besar, seperti sapi atau kerbau saja. Masyarakat selama ini kurang berminat ternak ruminansia kecil seperti kambing atau domba. Padahal ternak kambing atau domba memiliki potensi yang sangat besar. Pada bulan Juni 2017 saja jumlah populasi ternak kambing mencapai 48.762 ekor dan domba 77.602 ekor.

Pengembangan budidaya peternakan ruminansia kecil seperti kambing ataupun domba adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat. Namun pemeliharaan ternak kambing oleh petani selama ini masih berpola ekstensif tradisional yang diwariskan dengan sistem dibiarkan lepas berkeliaran, diikat, dan berpindah-pindah guna mendapatkan pakan di lahan yang bebas. Hal itu mengakibatkan sulitnya mengontrol adanya penyakit, pengaturan pengembangbiakan dan perawatan ternak. Oleh sebab itu perlu dilakukan perbaikan dari sistem ekstensif ke semi intensif yaitu perawatan kesehatan, sistem perkandangan, pengaturan pakan yang lebih baik, dan pengaturan perkawinan secara tepat.

Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membuka Sekolah Lapang Kambing atau Domba bekerjasama dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Peternakan Provinsi Jawa Tengah. Demak merupakan salah satu daerah yang terpilih dari tiga daerah yang ada di Jawa Tengah sebagai tempat diselenggarakannya Sekolah Lapang Kambing/Domba.

Hal tersebut disampaikan Bupati Demak HM. Natsir saat melakukan Kunjungan Kerja Meninjau Pembangunan Peternakan di Desa Jatisono Kecamatan Gajah, Senin (25/9).

“Dengan adanya sekolah lapang ini para peternak dapat melakukan pemeliharaan kambing ataupun domba dengan lebih baik lagi. Dalam pemeliharaan kambing/domba yang perlu diperhatikan adalah pemilihan bibit, perkandangan, pakan dan kontrol terhadap penyakit. Namun kendala utama pemeliharaan kambing/domba adalah pada makanan. Makanan diperlukan untuk pertumbuhan dan penggemukan, pembiakan, kesehatan yang baik dan menentukan untung ruginya pemeliharaan ternak. Dengan adanya sekolah lapang, maka peternak akan dikenalkan pada jenis-jenis hijauan pakan ternak yang berkualitas dan sistem penanamannya,” kata Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir. Wibowo mengatakan bahwa penduduk Desa Jatisono sebagian besar adalah peternak domba menjadi alasan penting kenapa sekolah lapang diadakan di desa tersebut. “Satu peternak rata-rata memiliki 50 ekor domba,” tuturnya.

Bupati juga menyerahkan 12 ekor domba, bantuan berupa timbangan ternak, aplikator alat pemasang anting untuk identifikasi ternak dan pita ukur badan ternak atau weght band kepada Kelompok Tani Murni Jaya Desa Jatisono Kecamatan Gajah.

Ketua Kelompok Ternak Murni Jaya mengaku senang menerima bantuan tersebut. “Ini menjadi penyemangat bagi kami para peternak domba Desa Jatisono supaya lebih giat lagi dalam mengembangkan ternak kami,” katanya. (media center)

Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pilkades Tahun 2017

DEMAK – Terdapat banyak kekosongan jabatan Kepala Desa di Kabupaten Demak yang harus segera diisi. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Demak menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pilkades Tahun 2017 di Pendopo Kabupaten Demak, Jumat (22/9). Acara dibuka oleh Bupati Demak HM. Natsir. Turut hadir dalam acara tersebut Forkopimda Kabupaten Demak, Kepala OPD, Forkopimcam, Pj. Kepala Desa, Panitia dan Pengawas Pilkades, dan para Calon Kepala Desa.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mensukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Gelombang 2 yang akan digelar serentak pada hari Minggu tanggal 1 Oktober 2017 di 54 desa se-Kabupaten Demak. Ada 145 calon kepala desa yang akan bersaing di Pilkades nanti.

“Dengan adanya rakor ini kita bisa lebih memantapkan koordinasi antara lembaga pemerintah daerah dan unsur pengamanan dalam meminimalisir timbulnya permasalahan dan potensi konflik menjelang pelaksanaan Pilkades nanti. Saya berharap pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Gelombang 2 ini dapat berjalan sukses seperti halnya Pilkades gelombang pertama,” kata Bupati.

Dalam rangka pemenuhan terhadap prinsip demokrasi, maka pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa dilaksanakan dengan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Bupati berharap agar pilkades serentak gelombang kedua dapat berlangsung secara demokratis dan menghasilkan pimpinan pemerintahan desa yang amanah.

Salah satu indikator keberhasilan suatu pelaksanaan pemilihan adalah tingginya tingkat partisipasi masyarakat. Dengan demikian maka legitimasi kepala desa akan semakin baik. Untuk itu diharapkan peranserta dan kerjasama yang baik dan sinergis dari semua pemangku kepentingan guna menyikapi permasalahan yang akan dihadapi dan mencari solusi terbaik untuk menjawab tantangan tersebut. Termasuk turut menjaga ketenangan dan kedamaian daerah.

“Dalam pilkades nanti pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Maka “Sing Menang Ojo Umuk Sing Kalah Ojo Ngamuk” yang menang tidak usah jumawa sedangkan yang kalah terimalah dengan ikhlas dan lapang dada,” pesan Bupati. (media center)