SATPOL PP GELAR OPERASI CUKAI

DEMAK – Rabu (13/11/2019) Untuk Mengantisipasi dan menekan Peredaran Barang Kena Cukai Ilegal ataupun tanpa Pita Cukai Palsu. Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Demak dan Instansi terkait melaksanakan Operasi pemberantasan Barang kena Cukai Ilegal di Seluruh Wilayah kabupaten Demak yang dilaksanakan 2 hari pada hari Selasa dan Rabu, Tanggal 12-11-2019 dan 13-11-2019.

Dalam Kegiatan tersebut para pedagang juga diberikan Sosialisasi tentang aturan dalam Menjual Tembakau bermerk yang dijual harus menyertakan Pita Cukai. Petugas juga menghimbau para pemilik toko dan warung untuk tidak menerima rokok yang tidak dilengkapi Pita Cukai biasanya dijual dengan harga yang Relatif Murah dari Rokok dengan Pita Cukai Resmi.

Bukan hanya Rokok Tanpa Cukai yang ditemukan bahkan Rokok dengan Kondisi Rusak atau Kedaluarsa, dengan Rokok yang tidak dilengkapi Pita Cukai dan Pita Cukai dibawah tahun 2014, seperti tahun 2010,2011,2012,dan 2013 masih bisa ditemukan dipasaran.

GELAR PATROLI GABUNGAN SATPOL PP KAB.DEMAK DAN POLRES DEMAK

DEMAK – Kamis (14/11/2019) Guna menciptakan situasi agar tetap dalam keadaan yang Kondusif, maka Satpol PP Kab.Demak dan Polres Demak menggelar Patroli Gabungan, “Cipta Personil Gabungan Melakukan Operasi Cipta Kondisi dalam Patroli Gabungan Skala Besar Dengan Sasaran Aksi Premanisme dan Minuman keras”.

Patroli Gabungan ini dilaksanakan di Desa Botorejo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak dan diikuti sekitar kurang lebih 50 Personil. Rute Patroli kali ini di mulai dari tempat-tempat Karaoke yang ada di Desa Botorejo.

Kegiatan Patroli gabungan ini dimaksudkan untuk tempat-tempat Karaoke di Desa Botorejo yang diduga masih beroprasi pada malam hari yang membuat masyarakat sekitar merasa Terganggu dan Resah. Serta ditemukan Minuman Keras yang masih dijual oleh beberapa tempat Karaoke, Seperti : Bir Bintang, Arak dan Congyang dll. Minuman Keras tersebut disita dan dibawa ke Kantor Satpol PP Kab.Demak.

DAMKAR DEMAK BERDUKA, SALAH SATU ANGGOTANYA MENINGGAL DUNIA TERSAMBAR KERETA API


DEMAK – Kamis (05/11/2019) Seorang Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Demak Meninggal Dunia dan Tewas tertabrak Kereta Api di perlintasan Tanpa Palang Pintu di Desa brambang, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak.

Menurut saksi mata, Mashudi (58 tahun) PNS alamat Desa. Tlogorejo 0/12 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak, dan Masroni (45 tahun) Swasta, alamat Desa Brambang 1/1 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak, pada hari Selasa tanggal 05 November 2019 sekira pukul 04.00 wib korban melaju dari arah selatan dengan mengendarai KBM Honda Supra fit No Pol : H-4891-JH seorang diri, turun piket setelah selesai membantu Kejadian 65 (Kebakaran) di pasar Waru, Karangawen, Demak.

Sesampainya di perlintasan kereta api tanpa palang pintu masuk Desa Brambang 3/1 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak dari arah barat datang rangkaian Kereta Api yang mengakibatkan tertabraknya korban, hingga terpental dan terserat hingga sejauh 5 meter.

Korban yang masih menggunakan seragam Damkar, mengalami luka cukup parah hingga mengakibatkan meninggal dunia, walau sempat diberi pertolongan pertama di Puskesmas Karangawen 1 sekitar pukul 04.00 wib.

Korban meninggalnya pahlawan Pantang Pulang Sebelum (Api) Padam yang meninggalkan istri, Sutimah (30) dengan dua orang putri, Septi 10 tahun dan Keysa 4 tahun, dan Pemakaman Korban di Hantarkan ke Peristirahatan terakhir oleh Bapak Kasat Pol PP beserta anggota Satpol PP dan Warga Sekitar pada pukul 10.00 WIB.