Segel Satpol PP di Tempat Karaoke Dirusak, Polres Demak Imbau Warga Gunakan Jalur Hukum

Sejumlah tempat karaoke di Kabupaten Demak yang sudah disegel oleh Satpol PP, dirusak segelnya oleh oknum tidak bertanggungjawab.

Satpol PP Kabupaten Demak telah melaporkan kejadian ini ke Polres Demak.

Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kabupaten Demak, Adi Prabowo mengatakan, ada tujuh tempat karaoke yang segelnya rusak dan tiga karaoke yang temboknya jebol.

“Sehari setelah penyegelan tanggal 5 Juli 2019, kami melakukan patroli bersama Kodim dan menemukan beberapa karaoke yang segelnya rusak dan ada upaya buka melalui pintu lain. Setelah itu, kami pantau ada juga beberapa karaoke di tempat lain yang buka, dan hal tersebut sudah kami laporkan ke Polres,” terangnya, Senin (15/7/2019).

Adapun ia menyebut, atas kerusakan segel, yang berkaitan bisa dikenakan KUHP pasal 232 ayat 1, dengan ancaman penjara 2 tahun 8 bulan.

Lanjutnya, Satpol PP telah mensegel 38 tempat karaoke yang sebelumnya pada 3-4 Juli 2019 lalu. Ia menyebut, selanjutnya merupakan wewenang kepolisian.

“Di kecamatan Demak, 7 segel yang dirusak diantaranya, Netta Caffe, MM, Stasiun, SR 1, SR 3, Belga, dan bawah jembatan layang. Adapun 3 tempat karaoke yang buka yaitu di Kecamatan Bonagung, diantaranya Gelagah Wangi, Cahaya Musik, dan TN,” terangnya.

Adapun upaya selanjutnya, yang sudah ia sosialisasikan di hadapan pemilik usaha hiburan dan Banser, jika tidak adanya penindakan dari kepolisian, maka masyarakat yang akan mengadili.

Sementara menanggapi hal tersebut, Kapolres Demak, AKBP Arief Bahtiar mengaku sudah menerima laporan dari Satpol PP.

“Kami sudah melakukan penyidikan di 7 tempat yang dilaporkan segelnya rusak, namun dalam penyidikan tersebut segelnya bukan karena dirusak melainkan rusaknya karena sudah lama dan terjadi kerusakan seperti halnya robek,” terangnya.

Lanjutnya, atas laporan pemilik usaha karaoke yang membuka jalan lain untuk masuk, Arief menyebut, pemilik karaoke hendak mengambil barang.

Ia menyebut pemilik karaoke tidak tahu, sehingga masuk menggunakan pintu lain.

Pemilik tempat hiburan sebagian juga bertempat tinggal di tempat hiburan tersebut.

Sehingga membuat jalan lain untuk mengambil barang.

Setelah hal tersebut, Arief mengaku sudah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk memperbaiki segel yang rusak tersebut.

“Kami selalu koordinasi dengan camat dan selalu melakukan patroli dan memastikan tidak ada tempat karaoke yang buka atau operasi,” jelasnya.

Selanjutnya, Arief mengimbau ke pemilik usaha hiburan untuk dua hal.

Yaitu untuk melakukan perubahan selain izin tempat hiburan dan meminta izin terlebih dahulu ke Satpol PP, jika ingin mengambil barang atau membuka.

Selain itu, Arief menghimbau dan mengajak masyarakat dalam menolak keberadaan karaoke dengan cara yang beretika dan sesuai ketentuan hukum.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap mengutamakan etika dan aturan hukum dalam menolak keberadaan karaoke. Karena sudah ditangani Satpol PP dan dibackup oleh Polres dan Kodim. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang melakukan tindakan di luar ketentuan hukum” jelasnya.

SUMBER : https://jateng.tribunnews.com/2019/07/15/segel-satpol-pp-di-tempat-karaoke-dirusak-polres-demak-imbau-warga-gunakan-jalur-hukum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *